Teknik Hindari Kecelakaan Akibat Tanjakan

Kondisi jalan yang menanjak atau menurun memang menjadi mimpi buruk menakutkan untuk pengendara. Terlebih, andai kondisi jalan diperbanyak dengan macet atau padat, tentu akan menjadi kondisi yang paling menyebalkan.

Belum lagi, diperbanyak dengan sekian banyak  halangan, laksana mobil yang melawan arah dan menantikan mobil di depan anda berjalan. Jika belum terbiasa, dijamin pengemudi akan berkeringat dan panik.

Nah, untuk pengemudi yang mempunyai masalah tersebut, inilah tips berkendara di jalan menanjak, laksana disitat dari laman sah NTMC Polri, ditulis Sabtu (10/2/2018):

1. Mengemudikan mobil dengan memakai persneling dua dan tiga cocok dengan kecepatan, serta tingginya tanjakan yang bakal ditempuh.

2. Jika diwajibkan untuk berhenti, maka terdapat tiga teknik yang dapat dilaksanakan untuk berhenti di tanjakan, yaitu pakai rem tangan, rem kaki, serta 1/2 kopling atau kombinasi antara gas serta kopling.

3. Teknik rem tangan. Teknik ini adalahteknik yang aman ketika berhenti di tanjakan yang relatif tinggi serta dalam masa-masa yang lama. Caranya, injak pedal rem kaki serta pedal kopling guna menghentikan laju mobil, selanjutnya mengamankan suasana mobil dengan mengusung tuas rem tangan serta mengalihkan persneling ke gigi netral.

Jika hendak berjalan kembali, pindahkan persneling ke gigi satu, tekan pedal gas, lepas kopling sampai mobil terasa tidak banyak bergetar, kemudian lepas rem tangan perlahan.

Ketika telah berjalan, tolong dengan teknik menginjak gas lebih dalam dan mobil bakal melaju perlahan tanpa mundur tidak banyak pun. Bila mobil masih mundur, tersebut berarti kopling kurang diusung atau tidak cukup lepas serta pedal gas tidak cukup diinjak.

4. Teknik rem kaki. Menginjak pedal kopling serta pedal rem kaki guna menghentikan laju mobil. Selanjutnya, lepas pedal kopling sedikit sampai mobil bergetar, kemudian lepaskan rem kaki secara perlahan lalu sesudah mobil mulai berlangsung sedikit, tolong dengan memasuki gas. Teknik ini bagus guna tanjakan yang tidak terlampau tinggi serta guna berhenti sebentar.

5. Teknik 1/2 kopling atau kombinasi gas dan kopling. Umumnya, kiat ini dipakai untuk berhenti dalam masa-masa singkat serta di tanjakan yang tidak cukup tinggi. Caranya, menghentikan laju kendaraan dengan memasuki pedal kopling, serta menyangga pedal gas hingga mobil suasana berhenti.

Bila hendak melanjutkan perjalanan, maka lepas angkat kopling perlahan, selanjutnya ditolong dengan memasuki pedal gas. Teknik ini memang boros bahan bakar, serta cepat merusak kampas kopling, tetapi tidak terdapat salahnya bila hendak digunakan.

Dalam kombinasi antara kopling serta gas, mesti ditata atau dicocokkan antara kedalaman gas serta kopling. Semakin dalam gas, maka injakan kopling bakal semakin dalam.

Jika mesin tersiar meraung keras berarti kombinasinya belum imbang, dan urusan ini dapat ditanggulangi dengan teknik mengurangi penekanan kopling, atau meminimalisir penekanan pada gas, serta meningkatkan tekanan pada kopling.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.